Loading Website
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

Bentuk Teluk Palu Perburuk Tsunami Sulteng



Bentuk Teluk Palu Perburuk Tsunami Sulteng, Para ilmuwan mengatakan tsunami yang menghancurkan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), lebih besar dibandingkan dengan gempa yang menjadi pemicunya. Faktor-faktor lain, termasuk bentuk teluk Palu yang panjang dan sempit, berkontribusi atas terciptanya gelombang monster yang dahsyat.
Setidaknya 844 orang tewas dalam bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulteng. Jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah.
Gempa berkekuatan 7,5 SR, yang melanda pada Jumat malam menghancurkan bangunan di seluruh Palu dan daerah sekitarnya. Namun pertemuan kondisi geofisika tidak mungkin memunculkan tsunami lokal yang menghancurkan banyak struktur lain dan tentu saja menambah korban jiwa manusia.
“Gelombangnya setidaknya dua hingga tiga meter tingginya, dan mungkin dua kali lipatnya,” kata Jane Cunneen, seorang peneliti di Fakultas Sains dan Teknik Universitas Curtin di Bentley, Australia Barat, dan seorang arsitek sistem peringatan tsunami Samudra Hindia, yang dikembangkan di bawah bimbingan PBB.
Namun, dilihat dari gempa, tsunami seharusnya tidak sebesar itu.
“Dalam sebagian besar kasus, tsunami dihasilkan oleh apa yang disebut gempa dorong, yang menciptakan perpindahan vertikal besar-besaran dari dasar laut,” kata Baptiste Gombert, seorang ahli tektonik di departemen ilmu bumi Universitas Oxford. Tsunami Palu, sebaliknya, dihasilkan oleh sesar mendatar, di mana potongan-potongan kerak bumi bergerak di atas atau di bawah satu sama lain di sepanjang bidang horizontal.
“Sesar strike-slip cenderung tidak menghasilkan tsunami, karena mereka tidak mengangkat dasar laut terlalu banyak,” terang Cunneen
Jadi apa yang menyebabkan gelombang mematikan itu? Menurut para ahli setidaknya ada tiga faktor.
Salah satunya adalah saluran air laut yang sangat panjang yang berakhir buntu di kota dataran rendah Palu.
“Bentuk teluk pasti memainkan peran utama dalam memperkuat ukuran ombak,” kata Anne Socquet, seorang ahli gempa di Institut Ilmu Bumi di Grenoble yang telah mempelajari kesalahan seismik di kawasan itu.
“Teluk itu bertindak seperti corong ke mana gelombang tsunami masuk,” imbuhnya
#Tag : ekonomi nasional

Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.998 Per Dolar

Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.998 Per Dolar Rupiah terus bergerak di atas level Rp 14.900 per dollar AS sejak Selasa pekan lalu meski Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga acuan pada
Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pagi ini berada di Rp 14.988 per dollar AS. Posisi Jisdor ini pun melemah 0,56% ketimbang posisi kemarin pada Rp 14.905 per dollar AS.
Pelemahan nilai tukar rupiah ini beriringan dengan pelemahan sebagian besar mata uang Asia. Berdasarkan data Bloomberg, hanya nilai tukar yuan yang hari ini menguat terhadap dollar AS
Sementara indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia menguat ke 95,32. Nilai tukar dollar AS menguat setelah kesepakatan perdagangan Amerika Utara tercapai antara AS, Kanada, dan Meksiko.
Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail mengatakan, indeks dollar AS berpotensi menguat di kisaran 95,30—95,50. Kurs dollar AS juga berpeluang terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia.
Penguatan dollar AS ditopang oleh tercapainya kesepakatan baru NAFTA antara AS, Meksiko, dan Kanada. “Selain itu, kekhawatiran akan defisit anggaran yang lebih tinggi dibandingkan ekspektasi di Italia mendorong pelemahan euro atas dollar AS,” tambahnya dalam riset, hari ini.
Dari dalam negeri, deflasi yang terjadi di bulan September sebesar -0,18% (mom) berpotensi menahan pelemahan rupiah lebih lanjut di tengah penguatan indeks dollar AS. Secara tahunan, inflasi September turun menjadi 2,88% (yoy) dari bulan sebelumnya sebesar 3,2% (yoy).
#Tag : ekonomi